Ada masa dalam hidup saya ketika doa-doa terasa hening.
Bukan karena Tuhan jauh, tetapi karena saya tidak lagi mengerti
bagaimana harus berharap.
Saya pernah berada di titik di mana iman tidak lagi terasa kuat,
namun menyerah juga bukan pilihan.
Dalam kelelahan, kekecewaan, dan pertanyaan yang tak terjawab,
Saya belajar satu hal:
Tuhan tidak pernah berhenti bekerja, bahkan ketika saya hampir berhenti percaya.
Buku ini lahir dari perjalanan yang tidak selalu indah.
Ada air mata yang jatuh dalam doa,
ada pergumulan yang saya simpan lama,
dan ada pertolongan Tuhan yang baru saya sadari setelah menoleh ke belakang.
Saya menulis bukan sebagai seseorang yang selalu menang,
melainkan sebagai pribadi yang berkali-kali ditolong.
Berkali-kali dikuatkan.
Berkali-kali diselamatkan dari keputusasaan.
Jika hari ini Anda sedang berada di tengah badai,
biarlah setiap halaman buku ini menjadi pengingat sederhana:
Anda tidak sendirian.
Dan Tuhan yang sama
yang telah menolong saya berkali-kali
juga setia menolong Anda.